Nasehat Lukman Terhadap Anaknya – Kajian Ustadz Hamzah Abbas Lc

Berikut beberapa catatan yang ditulis oleh beberapa santri yang mengambil faidah dari kajian yang telah disampaiakan oleh Ustadz Hamzah Abbas Lc dengan tema “Nasehat Lukman Terhadap Anaknya” pada tanggal 13 Januari 2019

CATATAN 1

Hikmah Ayat ke-12
Ilmu yang bermanfaat dan melahirkan amalan soleh.
Ilmu, pemahaman, kemampuan untuk mengungkapkan apa yang ia hafal.
Faham hukum-hukum syariat dan ia mengetahui rahasia dan hikmah hukum-hukum syariat

Manfaat Bersyukur:
Menjaga nikmat yang ada agar tidak hilang
sebagai magnet/menarik nikmat-nikmat yanglain

Ayat ke-13, 14, 15 Nasehat Lukman
Ayat ke-13 
Wahai anakku, janganlah engkau berbuat syirik. Karena syirik adalah kedzoliman yang besar karena berbuat dzolim kepada Allah.
Ayat ke-14
Berbakti kepada kedua orang tua. 
Tiga keutamaan Ibu dibandingkan Ayah: Mengandung, melahirkan, menyusui selama 2 tahun. Hak Ibu lebih besar dari Ayah.
Ayat ke-15
Ada salah seorang dizaman Rasulullah shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bernama Sa’ad. Suatu saat ia dipanggil dan diancam oleh Ibunya agar

 

CATATAN 2

Nasehat Lukman Al Hakim Untuk Anaknya

Lukman 12-19

Nikmat yang Allah berikan kepada Lukman Al-Hakim
Ilmu yang bermanfaat yang melahirkan amalan sholih.
Ilmu, pemahaman, kemampuan mengungkapkan apa yang ia fahami.
Dapat menjelaskan ilmu yang dipahami. 
Pemahaman hukum-hukum syariat atau ia mengetahui hikmah dan rahasia dibalik hukum-hukum tersebut. 
Allah mengingatkan syukur itu kembali kepada dia sendiri. 

Manfaat Syukur:
- menjaga nikmat yang sudah ada agar tetap langgeng.
- syukur itu bagai magnet yang menarik nikmat yang lain.
Menasihati dengan bahasa yang baik
- janganlah engkau menyekutukan Allah atau berbuat syirik kepada Allah. Karena kesyirikan adalah kedzoliman yang paling besar. Tauhid pondasi agama. 
- Berbuat baik kepada kedua orang tua. Ibu mempunyai tiga kelebihan dari ayah. Yaitu mengandung, melahirkan, menyusui
Hal terbesar:
- Tauhid
- Berbuat baik kepada orang

oleh: Asiah Murti Afifah, 7b

 

 

CATATAN 3

Kenalkah kalian dengan seorang laki-laki yang disebutkan Allah di dalam Al-Qur’an? Yang namanya dijadikan suatu nama surat?

Pasti kalian kenal kan? Dia adalah Luqman Al-Hakim. Allah menjuluki Luqman dengan Al-Hakim yang berarti yang diberi himah.

Himah berarti melahirkan ilmu yang bermanfaat untuk beramal sholeh. Dengan hikmah, kita bisa mengetahui kenapa bisa dilarang dan kenapa diperintah.

Terkadang orang tidak tahu apa yang yang dibacanya. Misal,seorang membaca Al-Fatihah tapi tidak tahu apa isi tafsirnya dan tidak faham. Makanya dibutuhkan:

Pemahaman = الفهم
Ilmu = العلم
Penjelasan = تعبير

Alhikmah ditafsirkan memahami hukum-hukum syariat dan mengetahui rahasianya. Tidak akan ada perintah atau larangan kecuali ada hikmahnya. Dengan hikmah akan mendatangkan syukur. Manfaat syukur adalah:
menjaga nikmat
magnet untuk mendapatkan nikmat lain

Allah tidak butuh syukur kita. Allah itu الغني yang berarti Maha Kaya.

Berikut nasihat Lukman kepada anaknya:

يابني لاتشرك باالله

“Wahai anakku, janganlah kamu syirik kepada Allah”

Perhatikan kata يابني berarti wahai anakku. Menandakan bahwa kalau menasihati harus dengan kata-kata yang lembut. Dengan itu, maka hatinya yang dinasehati akan terbuka. Jika dengan kata yang kasar akan menyebabkan hatinya tertutup dan tidak mau menerima nasihat. Nabi Musa saja yang lawannya Fir’aun orang paling dzolim, disuruh untuk menasihati dengan kata-kata yang lembut oleh Allah. Mudah-mudahan pintu hatinya terbuka.

Kembali ke pembahasan, syirik merupakan kedzoliman yang paling besar. Kenapa? Karena termasuk zholim kepada Allah. Syirik termasuk dosa yang paling besar dari yang lain.

Nasehat kedua:

ووصين الانسان بوالديه إحسان

“Berbakti kepada orang tua”

Berbakti kepada tua termasuk kewajiban kedua setelah tauhid, terutama ibu. Seperti dalam hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

“Ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapa orang yang lebih aku utamakan?’ Rasul bersabda, ‘Ibumu, ibumu, ibumu kemudian ayahmu’” (Muttafaqun ‘alaihi)
Istimewakan ibumu!

Perjuangan ibu melebihi perjuangan ayah. Mulai dari mengandung atau hamil sampai mengasuh kita hingga sekarnag. Taati perintah orang tua kecuali jika mereka memerintahkan maksiat.

oleh: Yasmin Nursyaibaniah Azizah, santri 7b

 

Share This Post

Post Comment